Editorial Sulut News
Wednesday 19 October 2022, October 19, 2022 WIB
Last Updated 2022-10-19T23:31:50Z
Kota Tomohon

Catatan Redaksi : WL ke Senayan, bagaimana nasib Caroll Senduk di Pilkada 2024 ?

 

Foto Ilustrasi (ist)


ESN, Tomohon - Politisi senior dari PDI Perjuangan Wenny Lumentut telah memutuskan bakal menjadi calon anggota DPR RI pada Pemilu 14 Februari 2024.

Praktis, dugaan banyak pihak bahwa kolaborasi Caroll-Wenny yang bakal terjadi untuk kali kedua pada Pilkada Serentak 12 Juni 2024 nanti akhirnya terbantahkan.

Wenny yang akrab disapa WL ini telah memutuskan "cerai" dengan pasangannya Caroll Senduk dalam kontestasi Pilkada di Kota Tomohon tahun 2024.

Sikap WL maju ke Senayan itu langsung menimbulkan pertanyaan, bagaimana nasib  Caroll Senduk pada Pilkada Serentak nanti?

Bisakah Caroll mengulang kemenangan PDI Perjuangan di Kota Tomohon, tanpa berpasangan dengan WL?

Fakta tidak terbantahkan, bahwa kehadiran WL saat dipasangkan dengan Caroll Senduk oleh PDI Perjuangan berhasil mendulang suara yang sangat fantastis saat Pilkada 9 Desember 2020.

Pasangan Caroll-Wenny berhasil meraup suara terbanyak yaitu 43.611 suara, jauh meninggalkan pasangan partai penguasa di Kota Tomohon Golkar yaitu JGE-VB yang hanya mengoleksi 23.495 suara.

Redaksi mencatat, terdapat tiga poin penting bahwa kehadiran WL sangat berpengaruh signifikan terhadap keberhasilan Caroll Senduk sehingga akhirnya bisa duduk dikursi empuk Walikota Tomohon.

Poin pertama, Caroll Senduk saat maju pada Pilkada Kota Tomohon tahun 2010 silam dan berpasangan dengan Agust El Paat, hanya berhasil mendulang suara sebesar 11.038 suara, kalah telak dari pasangan Jefferson Rumajar - Jimmy F Eman yang meraup suara sebesar 20.708.

Poin kedua, rumor dan tuduhan yang berkembang di masyarakat tentang ketidak berpihakan Caroll Senduk terhadap pasangan yang diusung PDI Perjuangan pada Pilkada Kota Tomohon tahun 2015 silam yaitu Johny Runtuwene-Vonny Paat yang berakibat, PDI Perjuangan kalah atas pasangan Golkar Jimmy F Eman-Sherly Adelyn Sompotan.

Poin ketiga, pada Pilcaleg Kota Tomohon tahun 2019 silam pada Dapil II (Tomohon Utara) yang notabene merupakan basis Caroll, dia 'hanya' meraih suara sebanyak 1.835 suara, 'kalah' dari perolehan jumlah suara Johny Runtuwene (Jonru) yang meraih 3.045 suara.

Kejelian PDI Perjuangan dengan memasangkan WL-Caroll, akhirnya membuahkan hasil. Mendapat mandat, WL langsung jor-joran berkampanye, tidak patah arang meski (di terpa beban ketiga poin terurai diatas) serta isu tidak sedap lainnya, WL tetap 'keukeuh' berjuang menerobos tembok kekuasaan Partai Golkar.

Perjuangan WL itu akhirnya membuahkan hasil fantastis, PDI Perjuangan yang belum pernah menang di tiga Pilkada yang digelar di Kota Tomohon, akhirnya mencatat kemenangan besar dengan mendulang suara 65 % dari total jumlah pemilih.

Kini, saat WL memutuskan hengkang ke Senayan, bisahkah PDI Perjuangan mempertahankan kemenanganya? Apalagi modal PDI Perjuangan saat ini hanya mengoleksi 4 kursi di DPRD sementara Golkar yang mengoleksi 10 kursi, tentu bakal menjadi 'Singa yang bangkit dari tidur' untuk PDI Perjuangan nanti.

Kecuali, dalam Pemilu 2024 nanti, PDI Perjuangan mampu membalikkan situasi dengan mengoleksi 10 kursi dan Golkar hanya 4 kursi, maka tanpa WL sekalipun ditambah modal Incumbent, mungkin saja mereka akan kembali menjadi pemenang Pilkada.

Namun ditengah situasi politik yang berkembang saat ini ditambah carut marut yang terjadi di Pemerintahan Hebat Kota Tomohon, plus dominannya kekuasaan sang 'Ibu Suri', maka PDI Perjuangan harus memutar otak lagi agar bisa kembali menjadi pemenang.

Lalu pertanyaan lagi, kira-kira siapakah calon Wakil Walikota yang mau dan berani serta memiliki modal keberanian dan jiwa petarung seperti WL, yang mau dipasangkan dengan Caroll apabila PDI Perjuangan kembali mempercayakan Caroll menjadi Calon Walikota pada Pilkada Serentak nanti?

Wallahualam...


(Redaksi)